-->

Referensi

    Monday, 31 March 2025

    Marteilia sydneyi pada Tiram

    Nama lain:  QX Disease (Queensland unknown disease), Marteiliosis [1,2,3]

    Etiologi/ penyebab: paramyxean Marteilia sydneyi [1]

    Hospes :
    Sydney Rock oyster (Saccostrea glomerata) - syn. Crassostrea commercialis, Saccostrea commercialis), Saccostrea echinata, Saccostrea spp, rock oyster (Saccostrea cucullata), polychaeta (Nephtys australiensis). [1,2,3]

    Stadium rentan : belum ada informasi yang menyatakan usia rentan tiram terhadap penyakit ini. Tiram berusia 1 tahun dengan gonad yang telah berkembang dapat terinfeksi sama seperti pada tiram yang usianya lebih tua [7].

    Epizootiologi:
    Parasit ini ditemukan di Australia terutama di Queensland dan New South Wales [3]. M. syndneyi memiliki periode penularan dengan infeksi yang terjadi dari pertengahan hingga akhir musim panas (Januari hingga Maret). Mortalitas tinggi dan sporulasi terjadi sepanjang tahun. Kematian oleh M. sydneyi dapat mencapai 90% pada musim panas. Rute infeksi dan siklus hidup di luar moluska tidak diketahui [1,2]. Tiram rentan terhadap infestasi M. sydneyi setidaknya dua kali setahun. Penularan M. sydneyi terjadi secara horizontal [3]. Tiram yang terinfeksi akan mati kurang dari 60 hari setelah infeksi[7].

    Siklus hidup
    Siklus hidup M. sydneyi adalah tidak langsung dengan mud dwelling polychaeta sebagai inang intermediet [3]

    Faktor pendukung
    Parasit ini menyukai suhu yang hangat. Dan tiram rentan terhadap infeksi ketika terjadi stress akibat salinitas rendah, suhu air dan sedimentasi yang tinggi [3].

    Gejala Klinis
    Patogen ini dapat menimbulkan gejala klinis seperti pertumbuhan yang melambat, cangkang yang terbuka, dan kematian hingga 100% [3]. Gonad tiram mengalami resorbsi dan sepertiga hingga dua pertiga tubuh tiram mengalami penyusutan. Sedangkan otot adduktor berfungsi dengan normal sehingga cangkang sulit dibuka. Digestive gland terlihat jernih sehingga tiram terlihat transparan. Hambatan pada digestive gland mengakibatkan tiram tidak mau makan hingga mati [7].

    Perubahan patologi
    Digestive gland pada tiram yang terinfestasi oleh M. sydneyi mengalami pengerutan, berwarna pucat kekuningan/ coklat dan berair. Tiram akan mati dalam 60 hari pasca infeksi. Gonad menjadi tidak berwarna dan transparan serta terserap [3]. Secara histopatologi, teramati adanya nekrosis pada digestive gland, peradangan fokal insang, hiperplasia jaringan ikat dan epitel insang, fusi insang, stadium sporogenik dapat teramati pada epitel tubulus digestive gland. Tiram juga mengalami penurunan kondisi fisik, absorbsi gonad. [2,3].

    Patogenesis
    Stadium infective parasit diawali dengan masuknya parasit ke insang. Replikasi secara ekstrasporogenik di insang dan proliferasi terjadi di epitel palp. Sel biseluler transient tersebar di seluruh tubuh tiram melalui hemolim. Sel masuk ke tubulus digestive gland kemudian membesar membentuk nurse cell (Nc). Setelah nurse cell mengalami degenerasi, daughter cell (Dc) membelah secara internal menjadi secondary cell (Sc) kemudian sporulasi terjadi dan terbentuk sporont dewasa dengan spora multiseluler yang dilepaskan ke lumen tubulus digestive gland [3]. Sporont dari M. sydneyi berjumlah 8-16 buah. Adanya sporulasi mengakibatkan epitel digestive gland membengkak dan tiram yang terinfeksi mati dalam 6 minggu [4]. Parasit juga dapat terdeteksi pada usus dan lambung [8].


    Gb. Perkembangan M. sydneyi pada tubuh S. glomerata (Kleeman et al., 2002)

    Gb. Proses pembelahan dan jumlah sel pada spora M. sydneyi (Feist et al. 2009)

    Diagnosa banding
    Infeksi Marteilia refringens, infeksi Ascetosporea [3].

    Metode Diagnosa
    Pengamatan makroskopis, imprint, histopatologi, TEM, ISH, PCR [1,3]

    Pencegahan dan Pengendalian
    Salinitas tinggi tampaknya menekan gejala klinis  namun belum ada metode eradikasi yang berhasil dilakukan. Pencegahan penularan kerang dengan Martieilia.sp pada air terinfeksi menuju air tidak terinfeksi sangat direkomendasikan [1]. Spora parasit ini dapat hidup lebih dari 7 bulan pada suhu -20oC dan -70oC. Spora akan mati jika diaplikasikan klorin 200ppm selama 2 hingga 4 jam [5]. Pembudidaya juga kerap melakukan pengosongan pada bulan Desember (akhir musim semi) dan mulai berbudidaya di bulan April (awal musim gugur).  Penempatan tiram pada daerah intertidal yang lebih tinggi pada beberapa studi terbukti mampu mengurangi infeksi M. sydneyi [7].

    Selective breeding atau penangkaran selektif menjadi salah satu cara untuk menghindari kejadian berulang. Resistensi dapat meningkat hingga 80% pada generasi ke lima. Hal ini disebabkan oleh meningkatnya kekebalan tubuh tiram [4]. Hal yang perlu diwaspadai oleh pembudidaya adalah pengambilan benih tiram yang berasal dari alam/liar dari area mangrove dan boat ramp yang rentan terhadap serangan parasit [7]. Pemerintah dapat melakukan zonasi untuk menentukan wilayah mana saja yang terdeteksi QX disease. Selanjutnya penelitian dapat berfokus pada estuaria yang terdapat outbreak saja [6].

    Referensi

    [1] Reantaso M G., B.,  Mcgladdery S E, Subangsinghe. 2001. Asian Diagnostic Guide to Aquatic Animal Diseases. FAO Fisheries Technical Paper, No. 402, supplement 2. Food and Agriculture Organization of the United Nations (FAO), Rome, Italy, 240 pp.

    [2] Gosling, E. 2015. Marine Bivalve Molluscs Second Edition. Blackwell Publishing: UK 

    [3] Department of Agriculture .2019. Aquatic Animal Diseases Significant to Australia: Identification Field Guide, 5th Edition, Australian Government Department of Agriculture, Canberra. CC BY 4.0.

    [4] Lester, R.J. G. and P. M. Hin. 2017. 22: Paramyxida. Springer International Publishing

    [5] Wesche, S.J., R.D. Adlard, R.J.G. Lester. 1999. Survival of spores of the oyster pathogen Marteilia sydneyi (Protozoa, Paramyxea) as assessed using fluorogenic dye. Disease of aquatic organism 36: 221-226

    [6] Green, T.J., D. Raftos, W. O'Connor, R.D. Adlard, A.C. Barnes. 2011. Disease Prevention Strategies for QX Disease (Marteilia sydneyi) of Sydney Rock Oysters (Saccostrea glomerata). Journal of Shellfish Research, 30(1):47-53.

    [7] Wolf, P.H. Life Cycle and Ecology of Marteilia sydney; in the Australian Oyster, Crassostrea commerc;alis. Marine Fisheries Review

    [8] Kleeman, S.N., R.D. Adlard, R.J.G. Lester. 2002. Detection of the initial infective stages of the protozoan parasite Marteilia sydneyi in Saccostrea glomerata and their development through to sporogenesis. International Journal for Parasitology 32: 767–784

    No comments:

    Post a Comment